Lagi-lagi aku dibuat malu dengan waktuku sekarang, serapah memuncak entah malam entah siang, hariku ikut melemparku direlung tak berguna, hingga anggur hitam itu memanggilku untuk meminumnya, selagi otakku bertahan aku menolaknya, keputusan yang sudah jadi catatan diotak yang akan diharapkan sebongkah emasnya, ternyata hanya bualan tak ada jawab dan berkedok topeng sampah,
Orang menganggapnya itu adalah ketidak adilan, karena keringatnya sudah mengering ditelan mentari, dan makanyapun sudah basi sebab angin malam, di ruang saat pemborosan tiba aku ditegur kebutuhan yang semakin banyaknya, kewalahan aku dibuatnya, sudahlah sudah, itu hanya sebuat ilusi yang mungkin terjawab nanti, atau bahkan tidak terjawab sama sekali, seenggaknya semoga gonggongan mereka diam dan keluar apa yang sudah kami harapkan, untukmu karyawan terperosok.
Orang menganggapnya itu adalah ketidak adilan, karena keringatnya sudah mengering ditelan mentari, dan makanyapun sudah basi sebab angin malam, di ruang saat pemborosan tiba aku ditegur kebutuhan yang semakin banyaknya, kewalahan aku dibuatnya, sudahlah sudah, itu hanya sebuat ilusi yang mungkin terjawab nanti, atau bahkan tidak terjawab sama sekali, seenggaknya semoga gonggongan mereka diam dan keluar apa yang sudah kami harapkan, untukmu karyawan terperosok.