KUMPULAN PECANDU 15-1-2012

Hujan masih setia temani dengan suara riang, gelappun selimuti penjaga dengan selimutnya, diruang itu tak luput siraman airnya tenggelamkan kita, menghayal lewat imajinasi dan buka pintu-pintu dimana tempat awan mulai berpencar mencari posisi tepatnya, aku tak sanggup menghitung berapa banyak yang sudah terjatuh setelah air danau itu tumpah di lembah lembah gersang. Perkumpulan kami hanya sementara, habis detik tinggalkan nadanya kita akan beranjak sebagaimana semestinya, namun tangan kawanan pecandu berikan sapa pada setiap yang pergi, “jangan kemana-mana kawan, disini masih ada ribuan menit untuk temukan surga”. Dibuat laali seketika coba temukan para pemakai jubah besar ingatkan aku di gurun itu, agar aku keluar selamat. Disini aku masih saja nikmati imajinasi tanpa henti yang kadangkala buat suasana terasa lelah sebab sumpah dibalik sumpah masih ada sumpah yang harus temukan ucap para mailaikat. KUMPULAN MALAIKAT Diruang aku masih temani para tuan tuan Konglomerat yang pemalas, tiada berfikir jarum jam menyapa dengan lambaian selamat jalan, sengaja atau hanya serakah waktu luang, atau mungkin disibukkan oleh dunia yang semakin memburuk, tuan tanah saja selalu berkata,” aku tak bisa merawat anjing-anjingku, ku kandang mereka dengan rantai dan belenggu, gonggonganyapun tak sampai ketelingaku, bukan berarti aku tuli, aku hanya tak ingin melihat mereka mati ditepi jalan, sembari genggam tulangnya patah sebab tergilas kendaraan”, ah masa bodoh pada mereka, dan akhirnya catatan demi catatan seakan menumpuk di tiap hembusan, terasa panas mungkin, kepulan bau neraka sudah menanti, berkataku pada hidup, “mengapa aku seperti ini tidak seperti itu”, kita tahu semut-semut ladang itu cari makan dengan seadanya, bagaimana denganku, punya symbol-symbol kehidupan yang terus terpahat di tiap pemikir zaman. Apa hanya karena ini semua, kita seperti ini?, sebenarnya kita tahu, bahwa pembawa buku sudah dari dulu temani kita, walau berpijak kita di atas bukit rimba, mereka tetap mengenalmu, walau ku belum tahu seberapa panjang jenggotnya, mereka tau brapapun tentang mu, bendera hitam atau bendera putihkah yang ia akan berikan, kita hanya akan tau berapa lebar sayap dipunggung, kita tahu yang seharusnya, aku ceritakan kawan ini tentang kumpulan para malaikat.

This entry was posted on Sunday, January 15, 2012 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Comments
0 Comments

Page View

Powered by Blogger.